Apr
10th

Iblis,dimanakah sombongnya

Author: Ayruel | Files under Islam

Assalamu alaikum Wr Wb

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah[36] kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Q-S Al baqoroh 34)

Dalil2 tentang iblis memang sangat banyak di dalam Alqur’an maupun hadist.Intinya letak sombongnya iblis, terletak karena dia mengaku lebih baik daripada Adam( Iblis dari api sedangkan Adam dari tanah).tapi kalau saya berpendapat bukan itu saja letak sombongnya Iblis yang terbesar.Yang jelas tidak mematuhi perintah Allah saja sudah merupakan dosa.Sejarahnya Iblis dia pernah menjadi imam malaikat,dan dia mempunyai satu prinsip yang sangat lah bagus yaitu : takkan pernah sujud kepada selain ALLAH.Memang prinsip seperti ini sangatlah bagus dan kita pun memakainya dalam kehidupan sehari2 kita.Akan tetapi kalau ALLAH yang memberikan perintah,walau bagaimanapun prinsip yang kita pegang.yang namanya prinsip harus diabaikan,karena ini perintah datangnya dari ALLAH.Jadi kesimpulannya : Prinsip kalah karena perintah ALLAH.

Manfaat yang kita ambil adalah : dalam kehidupan sehari2 kita ,jika adzan telah dikumandangkan pertanda masuknya waktu sholat.bagaimanapun juga prinsip yang anda pegang,maka tak ada alasan untuk tidak melaksanakan perintah ALLAH.nggak ada cerita 5 menit lagi,nggak ada kata sebentar lagi,nggak ada keluh selesaikan pekerjaan dulu dll.Kalau tidak……………… Apa bedanya kita dengan IBLISSS …………………..

Begitu juga dengan perintah ALLAH lainnya,baik itu puasa,zakat,naik haji dan perintah2 ALLAH lainnya. Jangan sampai kita sama dengan IBLIS yang berprinsip punya ego tinggi,ingatlah ego itu lebih dekat ke sombong arah tujuannya.Akan tetapi walau Iblis hanya melakukan kesalahan itu,dia dilaknat ALLAH SWT.Sedangkan kita manusia,telah banyak entah itu jutaan melanggar perintah ALLAH dan tak ada laknat selagi kita menyadarinya dan memohon ampunannya.Selalu ada buat kita yang namanya Ampunan,Karena ALLAH Maha pengampun.

Semoga dapat bermanfaat….

Wassalam

10 responses. Wanna say something?

  1. haniifa
    Apr 10, 2008 at 22:02:04
    #1

    Assalamu’alaikum,
    Itulah kesombongan iblis “karena ingkar dari perintah Allah”, yang menghawatir gejala kesombongannya ditiru didunia belahan “barat”
    Wassalam.

    @
    Waalaikum salam
    iya…benar tuh haniifa..tapi kita pun tanpa kita sadari hampir mendekati itu juga…(sebagian)

  2. lg pengen iseng
    Apr 18, 2008 at 15:55:35
    #2

    ada yg bilang..
    “Jika turunnya adam dibumi karena khuldi adalah salah satu rencanaNYA, maka tidak selayaknya kita terlalu menyalahkan iblis yg telah membujuk hawa utk mencurinya”

    Ah maaf, itu tadi hanya “gelitik” kecil saja, tidak bermaksud menyinggung siapapun.
    :) assalamu’alaikum..

    Walaikum salam..
    Kuncinya bukan salah menyalahkan…Tapi waspada…akan iblis maupun diri kita sendiri
    Tentu saja cerita tentang iblis sangatlah mempunyai hikmah,dan bagi seorang muslim tak ada kata untuk saling menyalahkan,yang ada hanya “ambil hikmah dan pedoman dari hikayah iblis”agar kita tak terjerumus seperti iblis.Pertanyaanya : berapa persen lah ilmu bahkan iman kita dibandingkan iblis?Apakah sampai 1%???
    Wassalam

  3. Abudaniel
    Apr 19, 2008 at 14:22:25
    #3

    Assalamu’alaikum,
    AQ 2:30 “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.
    AQ 2:34 “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”.
    AQ 2:35 “Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim”.
    AQ 2:36 “Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula[39] dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”
    AQ 2:37 ” Kemudian Adam menerima beberapa kalimat[40] dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
    AQ 2:38 “Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

    Ayat-ayat diatas adalah awal dari rencana besar Allah untuk meramaikan alam semesta (pijakan awalnya adalah Bumi) dengan makhluk yang namanya manusia.
    Sebelum manusia hadir, Allah telah lebih dahulu menciptakan jagat semesta sebagai sarana tempat hidup dan berkembang biaknya manusia, terutama “Bumi”. Dilengkapilah bumi dengan berbagai-bagai sarana, dari yang kecil dsampai yang besar, dari yang kelihatannya tidak berguna sampai dengan yang sanga-sangat berguna.
    Rencana besar ini sempat dipertanyakan oleh para malaikat ( bukan dibantah, sebagaimana pendapat umum selama ini). Sebagaimana diterangkan Allah dalam AQ (sambungan dari AQ 2:30 “Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”).
    Pertanyaan Malaikat ini mempunyai dua kemungkinan.
    Pertama, Allah telah menerangkan kepada malaikat ciri-ciri makhluk yang namanya manusia ini, lengkap dengan bentuk tubuh, tabiat serta perangkat pendukung kehidupan ( seperti akal, nafsu, dhamir/hati nurani dan naluri ). Berdasarkan itulah Malaikat mempertanyakan : Makhluk yang bertabiat merusak dan suka menumpahkan darah kok akan dijadikan Khalifah?. Ini pertanyaan umum. Pertanyaan yang berdasarkan persepsi Malaikat setelah mengetahui segala ciri-ciri yang diterang Allah tentang Manusia.
    Kemungkinan kedua, malaikat pernah melihat makhluk yang “sejenis” manusia yang pernah menghuni “Bumi” sebelumnya(setelah ciri-ciri manusia dibandingkan dengan makhluk sebelumnya tersebut). Keheranan pasti akan terjadi kepada malaikat. Dulu saja “makhluk sejenis manusia” suka merusak dan menumpahkan darah, kok sekarang Allah akan menjadikan lagi makhluk “sejenis” itu?. Ini juga pertanyaan logis.Pertanyaan yang timbul karena pernah melihat dan memperhatikan tingkah laku makhluk sebelumnya.
    Tapai Allah menjelaskan, kalau bahasa gaulnya mungkin begini : Jangan cemas deh, lu tenang aje. Gue kan Maha Tahu. Gue tahu ape nyang gue bikin.

    Apa hubungannya dengan kesombongan Iblis artas penolakkannya ketika disuruh sujud sebagai penghormatan kepada Adam?. Juga ada dua kemungkinan.
    Pertama, dia merasa dia “lebih mulia” dari Adam karena diciptakan dari api yang menyala/lidah api. Sedangkan Adam “hanya” terbuat dari tanah lumpur hitam dan mungkin juga bau.
    Yang kedua, Iblis yang merupakan satu dari golongan Jin yang tadi berkumpul bersama malaikat (bahkan ada yang berpendapat bahwa Iblis adalah Penghulunya Malaikat karena sangat patuh dan taatnya kepada Allah), pasti sudah tahu juga karakter Manusai yang akan diciptakan Allah. Merasa selama ini dia sangat taat dan patuh, timbul perasaan bangga diri. Apalah artinya manusia. Makhluk yang bakal menumpahkan darah dimuka bumi. Makhluk yang bakalan banyak berbuat dosa dan akan selalu melawan perintah Allah. Makhluk yang kurang patuh kepada Allah.
    Dua kemungkinan inilah yang membuat Iblis merasa sombong dan menolak untuk sujud kepada adam sebagai penghormatan.
    Dan Iblis berkata : Aku engkau ciptakan dari api sedang dia dari tanah.
    Iblis berpendapat bahwa api adalah lebih mulia dari tanah. Tetapi dia lupa bahwa tanah juga bisa memadamkan api.
    Dia menganggap lebih suci dan mulia dari manusia karena selama ini sangat patuh dan taat kepada Allah dan bahkan diangkat menjadi Penghulu para malaikat. Tetapi dia lupa bahwa Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Pengampun kepada makhluknya yang selalu menyesal dan bertobat atas setiap kesalahannya. llah akan selalu mengampuni setiap dosa makhluknya, selama makhluknya meminta ampun dan meninggalkan perbuatan salahnya.
    Inilah kesalahan pertama Iblis. Karena merasa tahu semua, pada hal tidak, maka dia berani menentang perintah Allah. Kesalahan keduanya adalah tidak mau bertobat dan minta ampun kepada Allah atas kesalahannya. Padahal sudah diberi kesempatan dengan memenuhi persyaratan. Sebagaimana diriwayatkan bahwa pernah Iblis memohon kepada Nabi Musa untuk memintakan ampun dari Allah. Tetapi karena persyaratannya harus bersujud kemakam nabi Adam, maka Iblis menolak, seraya mengatakan ” Sedangkan selagi Adam hidup aku menolak bersujud kepadanya, apatah lagi sesudah matinya”. Inilah bentuk kesombongan Iblis yang banyak dicontoh oleh manusia.
    Kemudian, turunnya Adam ke Bumi. Bukan semata-mata karena buah khuldi atau pujukan Iblis, tetapi terlebih lagi disebabkan oleh ketidak patuhannya terhadap larangan Allah. Ketidak patuhan karena ada unsur nafsu didalam jiwa manusia yang sempat “mengalahkan” akalnya.Walaupun hanya sesaat, tetapi fatal jadinya. Ini juga merupakan pelajaran bagi keturunannya. Bahwa nafsu sangat mudah ditunggangi Iblis. Pujukan Iblis hanya pemicu. Sejauh jiwa manusia bisa menggunakan akal dengan benar, maka nafsu bisa dikekang. Pujukan Iblis yang bagaimanapun tidak akan bisa mempengaruhinya.
    Kita tidak disuruh menyalahkan Iblis. Tidak ada perintah Allah maupun suruhan Rasul untuk menyalahkan Iblis karena “turunnya” Adam ke Bumi. Karena sebagai orang yang beriman, berdasarkan Firman Allah kepada Rasul, kita sudah tahu bahwa manusia adalah calon penguasa alam. Siapapun “penyebab” dimulainya misi manusia dimuka Bumi, tidak menjadi persoalan. Malahan kita dilarang untuk melaknati Iblis. Karena Iblis sendiripun sudah tahu bahwa Adam akan “ditempatkan” di Bumi. Iblis diusir dan harus hidup bersama manusia didunia nyata ini adalah karena pembangkangan dan kesombongannya kepada Allah. Bukan karena menggoda Adam. Jadi, cukuplah Allah saja yang mengutuk dan melaksnatinya. Kita tidak perlu ikut campur.
    Iblis juga sama seperti kita. Sama-sama makhluk mukallaf. Makhluk yang terbebani hukum. Selama dia melanggar dan tidak mematuhi suruhan Allah, maka berdosalah dia. Kasarnya, terkutuk dan terlaknatlah dia. Tetapi kalau dia mau bertobat dan minta ampun serta mau melakukan syarat-syarat yang diajukan Allah (seperti yang disampaikan Nabi Musa), tidak menutup kemungkinan Iblis akan diampuni Allah.
    Allah hanya mengingatkan kita, bahwa Setan (yang terdiri dari Jin dan Manusia - yang disebut juga Al-Khonnas) adalah musuh manusia dan Jin (Islam) yang nyata.
    Sementara Adam sendiri, tidak lagi menanggung dosa yang diperbuatnya pertama kali, karena sudah bertobat dan tobatnya diterima Allah. Makanya dalam Islam tidak kita kenal yang namanya “dosa turunan atau dosa warisan”.
    Satu-satunya makhluk Allah yang diberi penangguhan umur sampai hari kiamat hanyalah Iblis. Sementara keturunannya (ingat Iblis adalah salah satu dari golongan Jin yang beranak pinak juga sebagaimana manusia)tidak mendapat “pengistimewaan” yang diperoleh Moyangnya.Orang yang mati sebelum sempat bertobat kepada Allah, maka tempatnya bersama dengan keturunan Iblis yang menggodanya.

    Jadi, sebagai manusia, jangan kita terpedaya oleh bujukan Iblis dan keturunannya termasuk juga para pengikutnya yang dinamakan Al-Khonnas (yang terdiri dari Jin dan Manusia).
    Gunakan akal yang dianugerahkan oleh Allah untuk menguasai nafsu. Mintalah pertolongan Allah untuk istiqomah dalam kebenaran. Berlindunglah kepada Allah dari semua bisikan-bisikan Setan.
    Wallahua’lam.
    Wassalam,

    Waalaikum salam…
    Sangat menambah penjelasan…..
    Pertanyaanya : Ketika adzan dikumandangkan,masih banyak manusia bahkan seorang muslim sekalipun
    mengabaikan perintah sholat,dan begitu juga perintah ALLAH lainnya.entah berapa kesalahan yang dilakukan oleh manusia,tetap aja ada ampunan baginya,Sedangkan iblis ???satu kesalahan dan tak ada ampunan malah dikutuk.Belumkah sadar juga kah ‘kita akan hal itu???
    makasih Abudaniel
    Wassalam

  4. adi isa
    Mei 19, 2008 at 11:10:41
    #4

    tapi tahukah anda?
    bahwa ingkarnya iblis itu, masih berlangsung sampai saat ini?

  5. Ayruel
    Mei 20, 2008 at 09:53:20
    #5

    @adi
    Emang iya sich….Tapi kita jangan lengah apalgi lupa siapa iblis itu …pengalaman hidup yang banyak ditambah kedekatan kepada ALLAH…masih jauh dari kita…sesombong2nya kita…itu belum patut…
    Tapi,,Iblis cuma punya kesalahan seperti itu…malah dapat laknat…sedangkan kita sampai detik ini entah berapa kali mempunyai kesalahan…masih ada ampunan buat kita…

  6. haniifa
    Mei 21, 2008 at 03:53:37
    #6

    @mas Adi
    Tahukah anda bahwa syaithan adalah anak-cuku Iblis ??
    Dan temannya syaitan kebanyakan manusia ingkar dan sombong ??

  7. adi isa
    Mei 21, 2008 at 10:04:59
    #7

    @haniifa
    mas, sebenarnya setan itu, ya, iblis juga,
    dan iblis adalah imam para malaykat
    tapi karena dia sudah beralih tugas,
    maka dia menjadi pemimpin setan,
    yang setia pada tuhan dengan cara yang berbeda dengan malaikat.

    jadi baik malaykat dan iblis,
    sama2 punya pengabdian kepada Allah,
    lalu kita ini siapa? ada apa dengan kita?
    he..he..he…

  8. haniifa
    Mei 21, 2008 at 23:21:16
    #8

    @mas Adi
    Iblis cikal bakal setan, atau setan merupakan keturunan anak-cucu iblis.
    Nabi Adam a.s sebagai Khalifah pertama (cikal bakal manusia), atau masyarakat sekarang merupakan keturunan anak-cucu Nabi Adam a.s

    Kita siapa ??
    Manusia yang digoda dengan di ilhamkan (idzin Allah ta ‘ala) kepada hatinya supaya berbuat buruk melalui setan serta juga di ilhamkan (idzin Allah ta’ala) kebaikan lewat malaikat penjaga setiap manusia (kiri dan kanan)
    Allah merajai seluruh kehidupan di dunia dan di akhirat kelak.
    Malaikat, Iblis dan Manusia mengabdi kepada Allah.
    Iblis diperintahkan sujud kepada Nabi Adam a.s menolak artinya membangkang perintah Allah.
    Manusia diperintahkan sujud kepada kedua orang tua (ibu dan ayah) jika menolak tidak berbeda dengan iblis pada saat diperintahkan sujud kepada Nabi Adam a.s artinya membangkang perintah Allah.
    Jadi jika mas Adi, soleh dan taat beragama apapun jika durhaka kepada kedua orang tua… he.he.he. siap siap api neraka. :D
    Nah … kalau kedua orang tua mas Adi sudah tiada ….
    Do’akan sesuai Agama mas Adi, Kalau saya sebagai muslim insya Allah setiap selesai shalat wajib (5 waktu) men-do’a-kan kedua orang tua (hadits mengatakan amalan anak yang saleh akan mengalir walaupun kita sudah wafat, begitu juga ilmu yang bermanfaat).
    Cerita si “maling kundang” patut menjadi suri tauladan buat kita.

    Wassalam, Haniifa.

  9. ratih
    Mei 31, 2008 at 10:05:14
    #9

    wuaahhhh… iblis kaya’nya nyengir nih… ngeliat dirinya jadi topik hangat disini! hehe…

  10. Ayruel
    Jun 1, 2008 at 01:50:00
    #10

    Nyengirnya cuma…ketawa2 gitu dech…trus bikin target baru langsung diutus syetan spesialisasi internet buat kita2 semua…

Post a Comment