Apr
9th

Akal atau Otakkah yang berfikir???

Author: Ayruel | Files under Islam

Assalamu Alaiku Warohmatullohi wabarokatuh

Simple aja… (saya lagi malas nulis nih) Manusia : akal & nafsu.Binatang : nafsu.Malaikat : Akal.

Sampai saat ini saya belum pernah mendapatkatkan bukti : Orang mati atau binatang bisa berfikir layaknya Manusia.Walau otaknya orang mati & binatang masih ada.

Truss… yang berfikir itu apa?Malaikat kan hanya akal saja.. kenapa dia tak berfikir juga?.  jawabannya adalah: Malaikat tak punya keinginan (nafsu) untuk berfikir.  Sedangkan orang gila mempunyai kerusakkan jaringan syaraf ke otak atau otak salah sinyal ke akal.

Otak hanyalah sarana atau alat penyampai sinyal2(gelombang) ke akal.sedangkat hati punya kaitan juga ke akal.Otak dipenuhi nafsu, dan hati….??? lebih dekat ke akal tuh.memang susah membedakan antara pengaruh otak & hati. Insya Allah akan saya bahas tentang kata pertama.

Wassalam

3 responses. Wanna say something?

  1. haniifa
    Apr 17, 2008 at 11:23:06
    #1

    Assalamu’alaikum,
    Kalau mengkaji bahwa Allah mengetahui apa-apa yang dibisikan oleh hatinya, sepertinya jelas yach… bahwa triger “fujur” dan “taqwa” memang ada didalam hati kemudian disampaikan ke “otak” untuk mengolah, menganalisa dan memutuskan.
    Apakah hasil olahan dan keputusan ini yang disebut “akal”… saya juga masih kurang jelas :D
    Wa’alaikum Salam.

    @
    sebenarnya susah menjelaskan dengan tuilsan…Tapi akan saya coba juga :
    Kalau memakai rumus2(contoh 1+1=2) adalah pengaruh otak
    Kalau terlintas tiba2bararti ada pengaruh lainnya(jin,syetan,manusia dll)
    Tapi tanpa rumus,tanpa ada pola,dll.itu dekat ke akal.(kata awal spontan)Latihlah menggunakan kata pertama(alHaq)Contoh kalau ada simpang kekiri atau kekanan atau kedepan atau kebelakang.Maka jawaban spontan apa yang keluar dari kita,itulah yang pertama dan itu dekat ke akal.Dan ini perlu latihan loch.Sampai tepat 100% ke sasaran,seperti para mentalist yang melatih itu tapi mereka lupa bahwa kekuatan itu dari ALLAH,malah mereka bilang itu kekuatan mereka akhirnya syirik lah mereka.
    NAUZUBILLAHI MIN ZAALIK

    Wasalamu alaikum wr wb

  2. Abudaniel
    Apr 17, 2008 at 16:09:56
    #2

    Assalamu’alaikum,
    Menurut saya yang berpikir itu adalah jiwa yang dibekali akal. Akal yang diberikan Allah kepada jiwa kitalah untuk sarana berpikir. Dengan cara apakah jiwa kita memanfaatkan akal untuk mengaktualisasikan pikirannya?. Dengan menggunakan otak. Karena otak adalah sarana atau alat yang dianugerahkan kepada akal kita untuk berpikir disamping tugasnya sebagai koordinator perangkat tubuh yang lain.
    Orang yang otaknya rusak, secara otomatis jiwanya tidak bisa memfungsikan akal untuk berfikir. Karena sarananya tidak ada atau kurang. Makanya orang yang demikian ini kita namakan orang sakit jiwa. Atau orang kurang akal. Padahal sebenarnya, jiwanya tidak sakit dan akalnya juga tidak kurang. Tetapi jiwanya tidak bisa menggunakan akalnya untuk berfikir disebabkan sarana akal supaya berfungsi rusak.
    Manusia, selain akal juga dianugerahi nafsu, naluri dan hati nurani. Sementara binatang, selain nafsu maka juga dianugerahi naluri atau insting. Jadi, perangkat jiwa (akal, nafsu, naluri/insting, hati nurani), baik pada manusia maupun binatang saling berhubungan. Salah satu saja keluar jalur atau tidak berfungsi, maka goyang dan sakitlah jiwanya.
    Kalau Malaikat atau Iblis, belum bisa saya komentari. Karena hakikatnya fisiknya saja kita tidak tahu persis. Sekadar tahu sejauh apa yang telah dijelaskan agama. Apakah mereka punya juga organ otak atau tidak, belum ada rujukannya.
    Wassalam,

    @ Waalaikum salam
    Malaikat tercipta dari cahaya…jin dari api(nyala api = mimmarijin min naar)
    Jiwa berarti itu adalah ruh..mungkin itu yang saya tangkap dari abudaniel
    Pertanyaanya = kapankah akal atau nafsu berfungsi?ketika ditiupkan ruh kah?atau setelah ruh ditiupkan ke jasmani baru adanya akal atau nafsu.Pertanyaan selanjutnya tentu adalah = dimanakah akal dan dimanakah nafsu?
    mungkin abudaniel ada bahan akan itu,mohon penjelasannya?
    Wassalam

  3. Abudaniel
    Apr 18, 2008 at 11:19:10
    #3

    Assalamu’alaikum,
    Betul, Malaikat diciptakan dari “Nur atau Cahaya”. Tetapi, apakah Nur/Cahaya itu sama dengan yang kita kenal selama ini?. Sementara Jin dijadikan dari “mimmarijin mim naar”. Apakah Naar/Api atau lidah api tersebut sama dengan yang kita kenal?.
    Ketika Akal diciptakan, bukankah Allah berdialog dulu dengannya : “Bukankah Aku Robbmu dan engkau hambaKU?”. Apa jawab Akal?. “Betul ya Allah, kami menyaksikan bahwa Engkau Robb kami dan kami adalah hambaMu”. Sementara Nafsu, ketika ditanya, apa jawabnya?. “Engkau, ya Engkau. Aku ya aku”.
    Menurut saya, Akal dan Nafsu baru menjalankan fungsinya setelah ruh ditiupkan. Karena Akal dan Nafsu adalah perangkat Ruh untuk menjalankan tugasnya didunia nyata melalui wadag. Apakah wadag kasar seperti manusia, maupun wadag halus seumpama Jin.
    Karena Manusia dan Jin dibekali akal dan nafsu sebagai perangkat kerja, maka mereka terkena taklif hukum. Mereka terbeban hukum. Sementara binatang, karena tidak dibekali akal, bebaslah mereka dari taklif hukum.
    Akal dan Nafsu, “dilekatkan” dengan Roh menghuni wadag kasar manusia maupun Jin. Bersama mereka menjadi perangkat Roh. Setelah sempurna keberadaan mereka didalam wadag, pada saat itulah mereka menjalankan fungsinya masing-masing. Saling pengaruh mempengaruhi sesama mereka. Kalau Ruh bisa mempengaruhi dan menggunakan akal dengan baik dan mengekang nafsu, maka baiklah dirinya. Sebaliknya, kalau nafsu yang bisa menguasai roh maupun akal, maka celakalah dia. Karena dari awal penciptaanya nafsu mempunyai kecenderungan mau menang sendiri. Kalau nafsu bisa dikendalikan terus menerus, maka menjadilah dia nafsu muthmainnah. Tetapi kalau sifatnya kadang-kadang. Maka berbentuklah dia sebagai nafus lawwamah. Lebih parah lagi kalau nafsu yang menguasai roh dan akal, menjelmalah dia menjadi nafsu amarah. Nafsu yang hanya cenderung menyimpang, walaupun diperlukan. Wallahua’lam.
    Wassalam,

Post a Comment